Masalah yg Terjadi Akibat Salah Pemikiran

Sebanyak 88% masalah manusia disebabkan pikirannya sendiri.

Demikian pula sebaliknya … 88% kesuksesan manusia juga disebabkan oleh pikirannya.

Pikiran memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

Anda pasti pernah mengenal orang yang mengalami migrain, nyeri pundak, maag yg sudah periksa ke dokter tapi dinyatakan gak ada masalah dan hanya diminta jangan banyak pikiran.

Atau Anda mungkin juga kenal orang yg punya kebiasaan buruk tapi susah menghentikannya walau ingin.

Atau orang yg punya fobia terhadap hewan, serangga atau ketinggian atau gelap atau balon atau petir.

Masalah2 diatas adalah masalah yg disebabkan pikiran. Ahhh bagaimana bisa terjadi ??

Yaaa … kalau dipikir secara logis mengapa seorang harus takut pada sayuran misalnya. Atau takut pada semut, laba2 kecil atau takut pada kucing sedangkan pegang anjing berani.

Atau mengapa seseorang tak bisa melupakan kejadian traumatis padahal dulu sewaktu masih balita begitu mudah melupakan pertengkaran dengan teman sepermainan.

Nah itulah permainan pikiran.

Masalah yg bisa timbul akibat “salah pikir” bisa dikategorikan dalam 4 bagian besar:

1. Psikosomatis – masalah di tubuh fisik yg diakibatkan “salah pikir”. Tergantung emosi apa yg muncul maka anggota tubuh tertentu akan terpengaruh.

Contoh jika seseorang merasa ketakutan apakah mampu memikul tanggung jawab terlalu berat maka yg terserang adalah bagian pundak dan leher bawah entah berupa nyeri, pegal atau linu.

2. Kebiasaan buruk – Perilaku yang disadari merugikan tapi susah dihentikan karena sudah terbentuk bertahun-tahun

kebiasaan ngemil walau sudah kenyang, kebiasaan makan malam porsi besar sebelum tidur, kebiasaan minum manis berlebihan, kebiasaan merokok, kebiasaan minum minuman keras berlebihan, kebiasaan main game berlebihan, kebiasaan gigit kuku, kebiasaan menunda, kebiasaan marah berlebihan, OCD

3. Pola negatif – Kejadian yang sering terulang dengan pola yang sama dan merugikan. Terulangnya bisa berdasarkan waktu (tiap bulan tertentu), bisa berdasarkan situasi (misal setiap mendapatkan pekerjaan banyak, setiap ketemu seseorang)

Contoh : setiap punya uang dalam jumlah tertentu di rekening selalu saja keluar untuk alasan logis, setiap bulan…. selalu sepi order (padahal bisnis sejenis tetap ramai), setiap kongsi pasti pecah, setiap dapat order dalam nilai besar selalu gagal tapi kalau nilai kecil lancar saja, setiap sudah mendekat pada impian selalu ada saja yang membuat gagal.

4. Fobia dan trauma –Trauma adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kejadian tertentu yang sangat membekas dan menimbulkan kenangan yang sangat mengganggu terutama saat mengingatnya kembali. Trauma juga bisa menyebabkan luka batin.
fobia adalah sebuah ketakutan atau kecemasan yang tidak masuk akal terhadap sesuatu (bisa benda, mahluk hidup atau situasi) dan bisa saja sebagai rentetan dari trauma

Trauma ditipu atau dimanfaatkan, trauma perlakuan keras orangtua, trauma dipukuli suami

Fobia kecoa, fobia kucing, fobia ketinggian, fobia gelap, fobia ruang tertutup sempit dll

Termasuk ketakutan berlebihan terhadap makanan atau kondisi tertentu – paranoid

Perhatikan pola terbentuknya masalah dalam diri seseorang :

  1. pengalaman eksternal akan masuk melalui panca indera.
  2. pikiran akan memberikan makna atas pengalaman eksternal tsb
  3. Pemaknaan tadi disimpan sebagai memori di memori jangka panjang dan utk memudahkan diskusi kita beri nama belief/keyakinan dan emotion/emosi
  4. belief dan emotion tadi akan menentukan keputusan yang dibuat oleh ybs
  5. keputusan menghasilkan perilaku
  6. perilaku menghasilkan nasib — yg saya maksud nasib disini adalah uang banyak atau sedikit , sehat atau mudah sakit , disukai orang atau dibenci orang dsb

Nah saat orang berusaha berubah maka yang diubah adalah yg no 5 yaitu perilaku nya

contoh orang yg sadar punya kebiasaan buruk menunda ….. lalu ia membuat keputusan utk mengubah hal tsb dg cara kalau ada sstu maka akan langsung dikerjakan saat itu jg … ia sudah berjanji demikian pada dirinya tapi begitu tugasnya datang ia kembali mendapati dirinya menunda lagi ?? bukan kah begitu??

atau orang yg punya ketakutan berlebih terhadap ketinggian ia berjanji utk memberanikan diri dan mencoba menguat2kan diri tapi akhirnya yaa takut jg dan mundur

itu semua karena orang berusaha langsung mengubah di aspek perilakunya atau di no 5
padahal mekanisme pikirannya tidak seperti itu

… krn itu perubahan sulit terjadi dan kalaupun bisa memakan waktu lama dan harus bersusah payah

oke teman2 pertanyaannya sekarang saat Anda memiliki masalah2 diatas … apakah ingin sembuh atau lepas ?

tapi berapa banyak orang yang sudah berusaha lepas dari masalah2 diatas tapi tetap kembali lagi mengalami masalah yang sama dan terjebak kembali ke pola lama ???

Anda tentu ingat bagaimana membuat komitmen untuk berubah atau berusaha mencari jalan keluar dari masalah2 di atas … sebagian berhasil dan sebagian lagi terjebak kembali ke pola lama

Ketidakmampuan orang dewasa untuk melepaskan emosi negatif yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari adalah sumber dari berbagai penyakit psikosomatis dan kebiasaan buruk.

Pernahkah memakai kaca mata hitam ? Saat Anda memakai kacamata hitam bagaimana warna tembok
putih yang Anda lihat??

Setiap orang memakai “kacamata” saat merespon sebuah peristiwa dalam hidupnya.

MENGAPA MASALAH ANDA EKSIS ?

Amatilah anak kecil yang sedang bermain lalu bertengkar dengan temannya. Butuh berapa lama mereka akhirnya bermain lagi dan melupakan masalah pertengkaran sebelumnya??

Anak kecil begitu mudah melepaskan emosi negatifnya (asal dalam batas ambang yg mereka bisa toleransi) sehingga mereka tidak pernah kesulitan tidur dan tidak pernah mengidap migrain, maag, nyeri pundak atau masalah psikosomatis lainnya.

Ada 2 orang dalam sebuah ruangan dan mereka sama-sama melihat cecak di dinding yang berjarak 3 meter.

Satu orang biasa saja dan merasa tidak terganggu, sedangkan satunya lagi menjerit histeris seakan melihat monster ganas.

Yang pertama menggunakan “kacamata bening” sedangkan orang berikutnya menggunakan “kacamata hitam”

“Kacamata Hitam” Anda adalah persepsi negatif yang merugikan diri sendiri

Saat ada sebuah kejadian seseorang bisa memandang hal itu sebagai bencana sedangkan yang lain memandang sebagai kesempatan emas – ini semua ditentukan oleh kacamata persepsi yang sedang dipakai

Penyebab utama masalah Anda eksis :

  1. Memakai kacamata persepsi yang salah
  2. Tidak mampu menetralkan emosi negatif

Jika Anda mampu mengubah kedua penyebab diatas maka masalah Anda lenyap. InsyaaLlah dengan metode CTC, penyebab utama tersebut akan dapat diatasi dengan lebih mudah dan tentunya otomatis akan menyelesaikan masalah anda juga pada akhirnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.