Bagaimana Fisik Mempengaruhi Emosi

Salah satu pondasi dasar dari NLP adalah adanya hubungan antara fisik dengan emosi. Saat terjadi perubahan emosi, maka selalu ada perubahan pada fisik. Misalnya saat orang marah, kita bisa melihat perubahan fisiknya, mulai expresi muka, otot-otot yang menegang hingga intonasi suara yang meninggi. Saat orang sedih bisa kita lihat hanya dari fisiknya. Posisi yang cenderung membungkuk, muka sayu, dll.

Dan ternyata, kondisi itu juga berlaku sebaliknya. Ketika anda mengubah posisi tubuh, mengubah mimik muka, gerakan tubuh dan mungkin disertai dengan intonasi suara orang yang bahagia, anda akan sangat susah untuk marah. Coba deh kalau gak percaya.

Coba anda tersenyum lebar, tegakkan badan, dongakkan kepala sedikit, lapangkan tangan dan kemudian bayangkan hal-hal yang menyedihkan tanpa mengubah kondisi fisik anda. Pasti sangat susah sekali. Kalaupun anda bisa membayangkan peristiwa yang menyedihkan, anda akan sulit untuk sedih. Kenapa? Karena fisik mempengaruhi emosi. Tinggal anda yg menentukan pilihan untuk memberi atensi yang mana.

Jika atensi anda pada emosi, maka fisik akan mengikuti. Ketika anda sedih, fisik akan otomatis berubah mengikuti emosi. Tapi jika atensi anda pada fisik, pada senyum anda, maka walau anda membayangkan hal-hal sedih, maka bayangkan itu hanya akan seperti film saja karena emosi anda mengikuti fisik.

Di sinilah peran CTC dalam melakukan penyembuhan. Terapi CTC akan membuat atensi anda berada pada fisik. Dan tentu lebih mudah bukan mengubah fisik atau posisi tubuh daripada emosi. Saat ada orang sedih karena kena musibah, lalu anda suruh jangan bersedih, yang sabar, jelas sangat susah. Tapi kalau disuruh tegakkan badan, senyum lebar dan bentangkan tangan, maka kesedihannya akan berkurang drastis. Tinggal kemudian dia mau tidak mempertahankan kondisi itu atau ingin tetap larut dalam kesedihannya.

Ketika stimulus fisik dilakukan yang itu mempengaruhi emosi, maka berbagai penyakit yang muncul akibat emosi itu, insyaaLlah akan ikut hilang. Kok bisa begitu? InsyaaLlah akan kita bahas lagi di artikel mendatang.

Silahkan share artikel ini ke teman-teman anda agar banyak yang mendapatkan manfaat dari training ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.